……….

homeless child

Sangat ingat (;mewakili), ost film  jaman kecil; Rindu-rindu Aishawa :’)

 

Iklan

Leave it?!

Pernahkah kau merasakan dunia… tampak lain dari biasanya…

Aku yakin, dunia tempat kaki ini berpijak tetaplah dunia yang sama.

 

Mengapa terlihat ada dunia baru?

Dunia lain yang baru

Bukan duniaku

HS007_350AAAA

 

 

Oh God… why it’s have to happen?!

 

Memiliki dua dunia tidaklah menyenangkan

Membelah dua hati terasa menyakitkan

Kadang tampak baik di dunia nyataku

dan baik juga di dunia baru, namun dengan parameter yang berbeda

 

Sungguh…

Aku ingin tetap menjadi diriku yang tanpa cela

Tanpa noda

Dalam satu dunia

Dalam satu jiwa

Yang bening

 

Melakukan apapun…

Mengalir…

Bagai air sungai yang jernih, tanpa membawa tanah yang membuat keruh…

 

What

must

I

Do

?!

 

*Leave the new world???

Refleksi penyentil hati…

Hampir setiap pagi saat berangkat kerja di bulan Ramadhan sekitar pukul tujuh, saat mentari mulai menyapa hangat… di tikungan jalan Berbah sebelum komplek perindustrian itu selalu terlihat seorang kakek tua yang sedang berjalan terbungkuk memegang tongkat menyangga tubuh kurusnya. Terkadang kulihat kakek berjalan ke arah barat, lain hari kulihat beliau sedang berjalan pelan terbungkuk ke arah timur.

Kulitnya legam. Rambut putihnya tersembul dari caping yang sudah bolong sana sini. Beberapa hari mengenakan pakaian batik kuning dipadu celana hitam yang ujung bawahnya diikat karet/ tali rafia, beberapa hari kemudian mengenakan batik hitam putih korpri yang kesemuanya sudah usang… tiap kali melihat kakek ini, tiap itu pula air merembes kedua kelopak mata hingga menggenang…

Seperti inikah hidupnya? Takdir baginya? Siapa yang mampu menolongnya?

***

Yang ini rada romantis. Saya yakin tidak salah lihat; seringkali entah di manapun, di jalan Kaliurang, hingga Prambanan, terkadang kulihat dua penyepeda ini berboncengan. Seorang Bapak dan seorang ibu. Kutaksir beliau berdua adalah sepasang suami istri. Entah belum sempat kutanyakan apa profesi mereka berdua; tapi dari kesemuanya, kutebak mereka pengumpul barang-barang bekas.

Sepeda yang dipakainya tidak mewah; ialah onthel yang sudah sepuh. Separuh jok paling belakang ditumpangi anyaman bambu tempat membawa barang-barang. Separuhnya lagi dipakai oleh sang istri untuk duduk nyaman. Ya, terlihat sangat nyaman. Kadang kulihat sang suami turun dan mendorong sepeda tanpa menurunkan istrinya yang duduk di jok belakang tersebut sehingga kaki istri menggantung tidak menapak tanah sedikit pun. So sweet…^^

Pemandangan sederhana yang menggetarkan… indah dan mengharukan :’)

***

Satu hal yang sangat kusesalkan dulu. Keinginan yang tak pernah sampai untuk sekedar menjenguknya; menjenguk seorang kakek tua yang berjalan saja sudah gemetaran dan penglihatan yang rabun.

Tujuh tahun lalu…

Saat setiap pagi berangkat kuliah dari kos pertama di daerah Tawangsari, utara Fakultas Kehutanan UGM, saat yang harusnya membahagiakan karena ditemani semburat mentari yang menyemburkan kilau emas pagi harinya yang hangat… justru mendadak menjadi memilukan melihat seorang Kakek tua duduk di tepian jalan yang tanpa trotoar. Tangannya menengadah pada setiap orang yang lewat. Kulitnya telah begitu mengeriput, matanya terpejam, tubuhnya gemetaran. Setiap pagi.

Hingga suatu saat, saya tidak menemukannya duduk di tempat biasanya. Terdengar selentingan bahwa gubuknya tak jauh dari tempat beliau biasa duduk, dan ia sedang jatuh sakit… tak ada keberanian untuk mengetuk pintu tripleknya, sekedar melihatnya terakhir kali… Namun… hingga saat ini, rasa sesal masih terbawa tak kunjung padam… bayangan kakek tua dan gubuknya masih terngiang-ngiang…

Maafkan saya Kakek… 😥

***

Tukang sampah yang sering kulihat urat-uratnya yang menonjol, pemulung, pengamen, gelandangan berpenampilan dekil, orang-orang kurang waras yang berkeliaran di pinggir jalan…

pengemis

Semua takdir-Nya telah tersurat bukan?

Inikah dunia?

Inikah hidup?

Hidupku,

hidup mereka…

Mereka begitu tangguh menjalaninya… jika aku berada di posisi mereka, sanggupkah?

Untuk bersyukur saja, seringkali kita LUPA.

Malah menyalahkan Allah jika mendapatkan yang tidak sesuai dengan keinginan pribadi.

 

RABB HAMBA TAHU ENGKAU MAHA ADIL. Lindungilah mereka, lindungilah kami… dari bahaya kekufuran dan kekafiran…

Inilah dunia yang kulihat… selalu pilu melihat pemandangan yang memilukan seperti itu. Ada perasaan bersalah. Apa yang bisa kulakukan untuk mereka? Apa?

 

 

Hati yang Satu

Puch, kau benar; hati manusia hanya satu… jika hatiku baru, harusnya aku tidak merasakan apapun yang pernah hatiku rasakan. Dan akhirnya, aku harus berjuang memperbaikinya dengan keras sekarang…

***

Lihatlah… bulan nyaris purnama Ramadhan ini bersinar indah… dengan kuning yang bercahaya… ingin selalu kunikmati kedamaian melihatnya, dari atas ketinggian asrama bambu yang baru dibangun ini…

Dear the moon, I met her two months ago…

 

Di walimah seorang sahabat…

Selama ini, aku tak pernah melihatnya langsung. Begitu melihatnya, gerak-geriknya, mendengar sekelebat suaranya… Entahlah, perasaan macam apa ini. Cemburu?

muslimah-berjilbab-9She is beautiful with a glasses she uses…

Sweety smile…

With low, melodious, sweet, and clear voice…

She has prudish behavior…

And she ever becomes one of student of a place I love (I call it My Paradise) …

Mestinya ia tumbuh menjadi gadis sholihah dan rajin beribadah. Menyayangi keluarganya yang utuh. Pandai menjaga diri dan emosi. Stabil. Tidak sepertiku. Years ago… Something damaged my right mind stired up the hormonal system, then; I changed little by little… 😥

And… She’s perfect

Jika bidadari cemburu padanya, bagaimana aku tidak cemburu?

Di surga yang akan ia tempati, tentulah aku hanya menjadi seorang pendatang. Bukankah kedatanganku hanya akan mengusik ketenangannya?

Is it the time for me to go…???

OK, i’ll go far away…

 

Good bye…

My past…

 

Good bye…

:’I

Prambanan, 14 Ramadhan 1434 H

Wahai hati yang satu… tunduklah pada kuasa-Nya

Berdamailah dengan-Nya

Apapun yang terjadi esok, tenanglah… semua yang digariskan-Nya pastilah yang terbaik untuk seluruh makhluk yang ada di dunia ini. Setiap takdir ciptaan-Nya menciptakan jejaring yang bekerja ritmik, saling berkaitan, saling berpengaruh, menciptakan keseimbangan dunia; keharmonisan.

All is well… :I

Purnama #3

purnama 3

***

“Kinanthi, bagiku galaksi cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku akan tetap ada di sana. Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu…”

  (Tasaro, Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?)

just

dandelion jatuhShe said

You’re not you

Yes,

I’m not me now

I’m grey now

I’m black now

And I can’t fly without wings and wind now

Yes,

I think I just need my wings

to fly

anywhere I want

And she said

No,

you just need to take time out…

ada orang yang berkata…

ada orang yang berkata…

mulutdan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

dan berkata dan berkata…

Sooooooo shy!

What did am I?!!

I was sick

I  did many crazy things

many stupid things

seem fool 😦

I was make myself very very shy! Soooooooooooooooo shy! many times.

Where will you hide your redish face now?! How can you…. Ly…

 

Dengar, bisa saja saya tidak optimal dalam suatu hal.

Tapi saya tidak pernah main-main dalam suatu hal.